tradisi tutur ( sumber Wikipedia)I.   Cara masyarakat pra aksara mewariskan masa lalunya melalui tutur

Manusia adalah makhluk yang di karuniai kecerdasan akal dan pikiran oleh sang pencipta. Dengan akal dan pikirannya itu, manusia dapat memikirkan kebutuhan hidupnya, merancang masa depannya serta memecahkan permasalahan –permasalahan yg dihadapinya termasuk membuat peralatan dan aturan- aturan dalam rangka mempertahankan kesejahtraan hidupnya.semua hasil karya cipta manusia itu disebut kebudayaan, termasuk di dalamnya tradisi. Pada hakekatnya kebudayaan mempunyai dua aspek yaitu :

–           aspek material(tangible) yg meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari akalnya. Hasil-  hasilini dapat diraba dan dilihat

–           aspek non material(intangible), terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yg tersusun teratur.misalnya falsafah hidup, nilai- nilai, norma, kesenian, keagamaan dan sebagainya. Aspek non material tadi dapat di raba.

Setiap bangsa mempunyai cara sendiri- sendiri untuk membuat dua aspek kebudayaan ini tidak dilupakan.ataupun dari generasi tua untuk menyampaikan hasil kebudayaan kepada generasi muda yg dikenal dengan perwarisan kebudayaan.istilah yg sering digunakan untuk menjelaskan perwarisan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya disebut sosialisasi.

Cara masyarakat mewariskan masa laalunya, antara lain:

a.      Melalui keluarga

Keluarga merupakan lingkungan sosial  masyarakat yg paling kecil keluarga sekaligus juga menjadi tempat yg pertama bagi pewarisan tradisi dalam suatu masyarakat.nilai- nilai tradisional yg dapat diwariskan melalui keluarga tentunya diawali dari tingkat yg paling sederhana.

Contoh: Adat istiadat keluarga, dongeng, norma, nilai, bahasa, kepercayaan.

Ada dua cara sosialisasi dalam keluarga. Pada masyarakat pra aksara yaitu melalui :

1.      Adat istiadat/ kebiasaan  mengenai sesuatu yg dianggap baik/ tidak baik.   

     -keluarga mewariskan adat/ kebiasaan ygdimilikinya secara langsung misalnya dengan mengajarkan       secara lisan tentang tradisi, adt istiadat/ kebiasaan yg berlaku dalam sebuah keluarga.

              2.   Cerita dongeng

     Biasanya generasi tua/ para orang tua akan menceritakan dongeng kepada anak cucunya. Dealam cerita dongeng disisipkan pesan :

b.      Melalui masyarakat

Setelah keluarga, lingkungan berikutnya yg dikenal oleh anak adalah masyarakat.suatu kelompok masyarakat tertentunya memiliki kesamaan budaya, wilayah dan identitas yg saling dibutuhkan oleh warga masyarakatnya.

Contoh : adat istiadat

 Masyarakat adalah sekelompok orang yg memiliki kesamaan budaya (yang diwariskan dari generasi ke generasi), wilayah, identitas dan berinteraksi dalam suatu hubungan sosial yg berstruktur. Masyarakat memiliki caranya sendiri untuk mewariskan masa lalunya antara lain melalui.

1.      Adat istiadat masyarakat

Dalam suatu masyarakat, adat istiadat masyarakat harus dipatuhi, penyimpangan akan membuat orang tersisih dari lingkungan masyarakat.

Contoh : Gotong royong,adalah tindakan saling membantu atau pekerjaan diantara anggota masyarakat. Tindakan seperti ini baik langsung  ataupun tidak langsung akan menjadi pelajaran yang dapat memberikan pengetahuan tentang kehidupan masyarakat yg bersangkutan dari masa ke masa atau dari generasi ke generasi.

Adat istiadat seperti ini dapat menjadi sarana untuk mewariskan masa lalu kepada generasi penerusnya  tidak sama persis tetapi mengalami perubahan yg disesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

2.      Pertunjukan hiburan

Salah satu pertunjukan hiburan yg sangat terkenal pada masyarakat pra aksara(sesuai dengan 10 pokok kehidupan masyarakat indonesia sebelum mengenal tulisan menurut Dr. J.L Brandes) adalah pertunjukan wayang. Melalui pertunjukan ini dapat disampaikan beberapa pesan kepada penontonnya, antara lain :

1.      Mendatangkan roh nenek moyang (religius)

2.      Petuah- petuah/ pertunjukan- pertunjukan tentang suatu kehidupan

3.      Baik buruk kehidupan yg dilaui oleh masyarakat

4.      Sebab akibat dari perilaku manusia secara keseluruhan

5.      Cerita tentang asal- usul daerah g ditepati oleh suatu masyarakat (sering di agung- agungkan agar generasi berikut tetap memberi penghormatan kepada para pendahulunya).

3.      Kepercayaan masyarakat

Salah satu dari 10 unsur pokok peradaan masyarakat indonesia menut sarjana berkebangsaan perancis, G Coesdes adalah “kepercayaan” yg meliputi animisme, dinamisme ,monoisme, serta pemujaan terhadap roh nenek moyang pemujaan terhadap roh leluhur menjadi sangat penting dalam kehidupan masyarakat indonesia karena melalui pemujaan tersebut masyarakat akan selalu mengenang apa yg telah dilakukan oleh para leluhurnya untuk kemudian mewarisinya.

Beberapa unsur kebudayaan masyarakat indonesia sebelum mengenal tulisan antara lain :

a.      Sistem kepercayaan

Sistem kepercayaan ini mulai tubuh pada masa berburu dan mengumpulkan makanan , yg dibuktikan dengan penemuan lukisan dinding goa di sulawesi selatan yg berupa lukisan tangan dan menggabarkan sebagai sumber kekuatan atau simbol perlindungan untuk mencegah roh jahat.

b.      Sistem kepercayaan

Kehidupan nenek moyang kita secara berkelompok untuk hidup dalam kebersamaan, gotong royong dan demokratis. Mereka juga memiliki seorang pemimpin yg dianggap dapat melindungi masyarakat terhadap gangguan dari luar maupun gangguan roh jahat, sehingga seorang pemimpin dianggap memiliki kesaktian lebih. Cara pemilihan pemimpin ini disebut premus interpares (yang utama diantara yang banyak).

c.       Pertanian

Sistem ini mulai muncul sejak jaman neolitikum.

d.      Kemampuan berlayar

Teknologi pelayaran sudah dikenal sebagai sarana perhubungan, perahu yang digunakan adalah perahu bercadik.

e.      Sistem bahasa

Bahasa yg berkembang di wilayah indonesia termasuk dalam rumpun bahasa melayu austronesia.dalam perkembangan bahasa melayu mendapat pengaruh dari bahasa Sansekerta.

f.        Ilmu pengetahuan

Perkembangannya diawali dengan pemanfaatan angin musim dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan. Mereka juga mengenal ilmu astronomi sebagai petunjuk arah dalam pelayaran yakni bintang biduk selatan untuk menunjuk arah selatan, serta bintang waluku (bintang beruang besar) sebagai pertanda turunnya hujan atau petunjuk dalam bidang pertanian. Adanya sistem macapat yaitu suatu tata kota yang didasari pada pembagian empat penjuru mata angin.

g.      Organisasi sosial

h.      Teknologi

i.        Sistem ekonomi

Mereka telah melakukan sistem perdagangan, yang dimulai dengan tukar menukar barang dengan barang atau sistem barter.

j.        Kesenian

Kehidupan menetapdan teratur memungkinkan mereka memiliki waktu luang yg mereka pergunakan untuk mewujudkan jiwa seni seperti membatik, seni wayang, gandeng dan sebagainya.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat indonesia pada saat ini adalah :

-Masyarakat agararis dan religius

-Memiliki tingkatan peradaban tinggi

-Hidup dalam kelompok

-Merupakan masyarakat komunal dengan atas kesejahteraan.

 

II.cara masyarakat pra aksara mewariskan masa lalunya melalui tari dan lagu

Peristiwa- peristiwa yg terjadi pada masa lampau, juga meninggalkan jejak- jejak sejarah. Untuk menemukan jejak- jejak sejarah yg terjadi pada masa lampau bisa melalui folklore, mitologi, legenda, upacara dan lagu- lagu daerah.

Lagu merupakan syair- syair yg ditembangkan dengan irama yg menarik. Lagu bisa menjadi sarana curahan hati orang yg membuat lagu atau syair lagu. Karena itu lagu- lagu yg ditembangkan bisa bernuansa sedih, gembira, atau jenaka. Lagu daerah adalah lagu yg menggunakan bahasa daerah. Contoh :

          Butet lagu dari daerah batak yg dilantunkan dengan nada sedih.

          Tenang tana gc dari daerah manggarai(Flores) yg dinyanyikan dengan nuasa perenungan.

          Kampung Nan jJauh di Mato dari Sumatera Barat.

          Nyanyian rakyat (folksong) merupakan sebuah tradisi lisan dari suatu masyarakat yg diungkapkan melalui nyanyian atau tembang- tembang tradisional. Nyanyian rakyat menjadi cermin gaya hidup suatu masyarakat. Nyanyian rakyat juga merupakan salah satu bentuk folklor yg terdiri dari kata- kata dan lagu yg beredar secara lisan diantara masyarakat tertentu dan berbentuk tradisional serta banyak memiliki tarian. Nyanyian rakyat lebih luas peredarannya pada suatu masyarakat daripada lagu- lagu lainnya. Karena nyanyian rakyat beredar baik dikalangan melek huruf maupun buta huruf, kalangan atas maupun kalangan bawah. Penyebarannya melalui tradisi lisan menyebabkan nyanyian rakyat cenderung bertahab sangat lama dan memiliki banyak varian.

Nyanyian rakyat mempunyai fungsi sebagai berikut :

          Pelipur lara

          Pembangkit semangat seperti nyanyian kerja

Contoh : mengenai holopis kuntul boris yaitu baris- berbaris atau perjuangan.

          Memelihara sejarah setempat dan klen

Di Nias nyanyian rakyat ini disebut Hoho yg dipergunakan untuk memelihara silsilah klen besar masyarakat Nias yg disebut Mado

          Protes sosial

Contoh : Mengenai ketidakadilan dalam masyarakat, negara bahkan dunia.

          Nyanyian jenaka

          Nyanyian untuk mengiringi permainan anak

          Nyanyian untuk nina bobo

Nyanyian rakyat dikelompokan menjadi tiga golongan yaitu :

1.      Nyanyian rakyat yg berfungsi yaitu (antara lirik dan lagu sama- sama penting dan cocok) untuk aktifitas khusus dalam kehidupan manusia.

Contoh :

-Nyanyian penghantar tidur : nina bobo dan tak lela- lela legung

            -Nyanyian kerja : Holopis Kuntul Baris dan Rambate Rata Hayo

            -Nyanyian permainan

      2.   Nyanyian rakyat yg bersifat liris atau perasaan haru.

            Contoh : Cinte Manis dari Betawi  

2.       Nyanyian rakyat yg bersifat naratif atau berkisah

Contoh :

-Balada (berisi kisah romantis)

-Epos (tentang kepahlawanan)

    Menurut materinya lagu rakyat dibedakan menjadi tiga yaitu :

          Lagu anak

Lagu anak banyak pula yg digunakan untuk mengiringi tarian atau permainan. Contoh : Cublak- cublak suweng, cingcongkeleng, Pok ami- ami, jamuran, Cik- cik periok, Meong- meong dan sebagainya.

          Lagu umum

Ada pula yg dinyanyikan untuk mengiringi tarian atau dinyanyikan biasa.

Contoh : Kicir- kicir, Jali- jali (Betawi), Ampar pisang (Kalimantan), Butet (Batak), dan sebagainya.

          Lagu religius

Lagu ini umumnya berisi pujian terhadap Tuhan, dinyanyikan pada waktu upacara yg berhubungan dengan kehidupan seperti kelahiran, perkawinan, panen dan lain- lain Ada pula yg dipakai untuk mengiringi tarian seperti tari Saman dan Seudati (Aceh).

Berdasarkan fungsinya nyanyian rakyat dibedakan menjadi tiga yaitu :

-Lagu untuk mengiringi tarian

-Lagu untuk mengiringi permainan

-Lagu untuk dinyanyikan

Dari berbagai jenis nyanyian rakyat  yg dipakai sebagai sumber penulisan sejarah adalah nyanyian rakyat yg bersifat berkisah (narrative folksong). Contoh : Balada dan epos

Perbedaan balada dan epos terletak pada tema ceritannya. Tema cerita balada mengenai kisah sentimentil dan romantis, sedangkan epos atau wiracerita mengenai cerita kepahlawanan.keduannya mempunyai bentuk bahasa yang bersajak.

Nyanyian rakyat di jawa tengah dan jawa timur disebut gending. Jenis-jenis gending antara lain sinom, pucung dan asmorodono. Contoh: Lutung kasarung(1910) yang di kumpulkan oleh CM pleyte nyai sumur bandung(1911) penelitian pantun sunda ini di lakukan oleh ajib rosidi.

Di dalam masyarakat biak terdapat tradisi lisan yang disebut wor, yang berfungsi sebagai tanda kemenangan dalam sebuah pertempuran, perjalanan niaga, perkawinan dan peralihan dalam kehidupan seorang anak.pertunjukan wor di lakukan dalam sebuah pesta dimana gerakan, tarian, nyanyian dan musik di padukan dengan irama tifa(tambur)

About sugiono geger

History Teacher in SMA Negeri I Geger Madiun East Java

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s