Awalnya Banten merupakan kekuasaan Pajajaran ketika berhubungan dengan Portugis untuk membendung ekspansi Demak. Pada tahun 1552 Fatahillah menyerahkan Banten kepada putranya Hasanuddin, dan Fatahillah berdakwah ke Cirebon sampai wafat di desa Gunung Jati 1570 sehingga dikenal dengan Sunan Gunung Jati.

 Banten dipimpin Sultan Hasanuddin tumbuh pesat yang wilayahnya sampai Lampung, Bengkulu dan Palembang. Banyak pedagang Cina, India, Gujarat,Pasai dan Arab. Mengadakan hubungan dagang dengan Banten dan para pedagang dari daerah lainnya. Tahun 1568 di Demak terjadi krisis politik dan Banten

kemudian melepaskan diri. Hasanuddin wafat tahun 1570 digantikan putranya Yusuf dengan mengadakan ekspansi dan tahun 1579 kerajaan Pajajaran dapat dikuasai dan selesailah kerajaan Hindunya. Sultan Yusufwafat tahun 1580 digantikan saudaranya, tapi ditolak oleh pembesar akhirnya putra yang berusia 9 tahun yaitu Maulana Muhammad diangkat menjadi raja dengan gelar Ratu Banten dibawah perwalian Mangkubumi. Pada masa pemerintahannya datanglah Belanda ke Banten tahun 1596 dengan Cornelius de Houtman. Tahun 1605 Banten menyerang Palembang tapi gagal dan Sultan Maulana Muhammad wafat dan diganti putranya yang masih

kanak-kanak yaitu Abul Mufakir yang dibantu walinya yaitu Pangeran Rawamenggala dan setelah wafat pada tahun 1624 Banten mengalami kemnduran dan mencapai kejayaan kembali pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.

Raja-raja yang memerintah kerajaan Banten

About sugiono geger

History Teacher in SMA Negeri I Geger Madiun East Java

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s