Pendahuluan
Manusia menurut Aristhoteles merupakan Zoon Politicon artinya manusia merupakan makhluk yang suka bergaul, keberadaannya selain sebagai makhluk pribadi juga sebagai makhluk sosial. Manusia tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dengan keadaannya semacam itu tentu manusia memerlukan interaksi dan sosialisasi dengan orang lain.

Dalam proses sosialisasi manusia tidak pernah lepas dari penilaian orang lain , sering kita mendengar pendapat orang mengenai perilaku atau perangai seseorang yang baik atau mungkin orang yang lainnya buruk . Orang mengartikan sikap atau perangai dan tingkah laku tersebut sebagai kepribadian ( personality ) seseorang . Pada hal sebenarnya sikap atau perangai dan tingkah laku yang disebutkan itu hanya sebagian kecil dari kepribadian seseorang. Lalu apakah sebenarnya kepribadian itu ? dan bagaimana caranya mengusahakan supaya kita mempunyai kepribadian yang baik ?

Pengertian Kepribadian.
Menurut M.A.W Brower ( dalam buku “ Kepribadian dan Perubahannnya “ : 1989 ) kepribadian merupakan corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan , opini dan sikap-sikap seseorang. Sedangkan menurut Yinger , kepribadian adalah keseluruhan perilaku seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi. Ungkapan sistem kecenderungan tertentu tersebut menyatakan bahwa setiap orang mempunyai cara perilaku yang khas seperti sikap, bakat, adat, kecakapan , kebiasaan dan tindakan yang sama setiap hari. Sementara ungkapan interaksi dengan serangkaian situasi menyatakan bahwa perilaku merupakan produk gabungan dari kecenderungan perilaku seseorang dan situasi yang dihadapinya. Contohnya seseorang yang pernah berbohong untuk menutupi kekurangannya dan tidak diketahui orang lain cenderung akan mengulangi perbuatannya sehingga membentuk pola perilaku dan menjadi kepribadiannya.

Menurut George Herbert Mead dalam bukunya ” Mind, Self and Society “ (1972)
Ketika manusia lahir belum mempunyai diri ( self ) . Diri manusia ( kepribadian ) berkembang tahap demi tahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain yang menurut Herbert Mead disebut sebagai Role taking ( pengambilan peran ). Tahap-tahap perkembangan diri seseorang yang diperoleh melalui sosialisasi meliputi :

 1. Tahap persiapan
( Preparatory Stage ). Pada tahap ini seorang individu mulai mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang dirinya. Pada tahap ini juga seorang individu ( anak ) mulai melakukan kegiatan meniru meskipun tidak sempurna. Sebagai gambaran kata “ mama “ yang diajarkan seorang ibu kepada balitanya dengan mengucapkan “ mam “ . Makna kata tersebut juga belum dipahami secara tepat. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata mama tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.

2 .Tahap meniru ( Play Stage )

Pada tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang individu ( anak ) menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya dan sebagainya . Anak mulai menyadari apa yang dilakukan oleh seseorang dan apa yang diharapkan dari seseorang. Dengan kata lain , kemampuan untuk meniru dan menempatkan diri pada posisi orang lain sudah mulai terbentuk sedikit demi sedikit. Seorang Individu pada tahap ini menyadari bahwa orang – orang disekelilingnya merupakan orang-orang yang sangat berarti( significant other ) yang tentunya dari orang-orang inilah seseorang anak belajar pertama kali mengenai nilai agama, nilai kemanusiaan dan norma sosial yang ada.

 3. Tahap Siap Bertindak ( Game Stage ) Pada tahap ini , seorang individu ( anak ) tidak hanya mengetahui peran yang harus dijalankan , tetapi juga telah mengetahui peran yang dijalankan orang lain. Dengan kata lain peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan dengan peran yang dilakukan langsung oleh seorang individu. Pada tahap ini lawan berinteraksi sosial seorang individu semakin banyak dan hubungannya semakin komplek. Individu mulai berhubungan dengan teman-temannya sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku diluar keluarganya secara bertahap juga sudah mulai dipahami . Bersamaan dengan itu , anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku diluar keluarganya.

4. Tahap Penerimaan Norma Kolektif ( Generalized Stage )
Pada tahap ini seorang individu telah mampu mengambil peran-peran orang lain yang lebih luas (Generalized other ) , tidak sekedar orang-orang terdekatnya ( significant other ). Seorang individu pada tahap ini telah dianggap dewasa yang sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain seorang individu sudah dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat secara luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerjasama bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

Apakah yang mempengaruhi kepribadian itu ?.
Seseorang mempunyai ciri khas dan kepribadian sendiri-sendiri, ada yang baik dan juga ada yang buruk. .Kepribadian seseorang pada hakekatnya terbentuk , berkembang, dan berubah seiring dengan proses sosialisasi . Secara garis besar faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Warisan biologis ( keturunan ) Faktor keturunan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Semua orang yang normal pasti memiliki organ-organ lengkap yang diwarisi dari orang tuanya. Seseorang yang mempunyai tubuh tegap, atletis, yang diharapkan oleh orang lain menjadi pemimpin akhirnya juga bertindak sebagai pemimpin. Begitu juga seseorang yang bertubuh kerempeng , sakit-sakitan yang oleh orang lain selalu diejek akhirnya mempunyai kepribadian yang kurang mantap dihadapan orang lain. Namun begitu, faktor keturunan bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang. Sebagai gambaran , seorang anak kembar yang mempunyai organ sama, golongan darah sama, penyakit menurun sama, juga berasal dari gen orang tua yang sama, akan tetap mempunyai kepribadian yang berbeda yang tentunya dipengaruhi oleh faktor lain. b.Lingkungan geografis ( Lingkungan fisik ) Perilaku seseorang akan juga dipengaruhi oleh keadaan iklim, topografi bumi dan juga sumberdaya alam di sekeliling yang ditempati oleh seseorang. Orang yang tinggal di daerah pegunungan yang mengembangkan pertanian tentu mempunyai perbedaan perilaku dengan orang yang tinggal di dataran rendah diperkotaan yang hidup dari hasil industri. Daerah pertanian pada umumnya akan membentuk kepribadian yang tenang, tidak terburu-buru dan terkesan tidak menghargai waktu, tetapi daerah perkotaan akan membentuk perilaku seseorang disiplin , sesuai aturan dan cenderung terburu-buru dalam setiap tindakan. Begitu juga orang yang berada di daerah iklim tropis yang hanya terdiri dua musim pada umumnya orangnya ramah-ramah karena sering berinteraksi dengan lingkungan tetapi yang berada di iklim sub tropis yang terdiri empat musim pada umumnya akan sebaliknya. c. Faktor Kebudayaan. Menurut Koencoroningrat kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia . Selanjutnya Koencoroningrat dengan mengacu pada pendapatnya Kluckhohn menggolongkan unsur-unsur kebudayaan meliputi : bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, dan kesenian. Apabila kita mengambil contoh unsur kebudayaan sistem pengetahuan sebagai faktor yang mempengaruhi kepribadian, maka akan terlihat orang yang mempunyai pengetahuan luas akan mempunyai kepribadian berbeda dengan yang pengetahuannya sedikit, orang yang hanya lulus SD , tentunya akan berbeda kepribadiannya dengan yang sudah lulus S-I. d. Faktor Pengalaman Kelompok .Kita semua menyadari bahwa kita tinggal di lingkungan masyarakat yang majemuk, yang terdiri dari kelompok-kelompok yang mempunyai standar atau ukuran moral yang berbeda-beda. Dimulai dari lingkungan keluarga yang merupakan kelompok pertama yang dikenal oleh seorang individu, dimana seorang individu untuk pertama kalinya melakukan sosialisasi. Di lingkungan keluarga inilah proses pembentukan kepribadian seseorang di mulai , bahkan sosialisasi primer yang dilakukan di lingkungan keluarga ini akan sangat berpengaruh dan menjadi dasar bagi perkembangan kepribadian seseorang. Kelompok selanjutnya yaitu kelompok sepermainan atau teman sebaya yang juga mewarnai kepribadian seseorang. Dan yang terakhir yaitu kelompok majemuk yang menunjuk pada kenyataan yang ada di masyarakat yang beranekaragam. Semua kelompok-kelompok itu akan mempengaruhi kepribadian seorang individu. E. Faktor Pengalaman Unik. Menurut Paul B. Horton, pengalaman unik mengandung pengertian bahwa tidak seorangpun mempunyai pengalaman yang sama persis satu sama lainnya dan tidak seorangpun mempunyai latar belakang pengalaman yang sama dalam berinteraksi sosial dengan orang lain walaupun berada dalam lingkungan yang sama. Sehingga dengan perbedaan itu akan melahirkan kepribadian berbeda.
Bagaimana supaya kepribadian seseorang menjadi baik ?

Kalau kita membaca paparan yang mempengaruhi kepribadian di atas pada hakekatnya kita bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya kepribadian itu bukanlah permanen, kepribadian itu bisa terbentuk, bisa berkembang dan berubah seiring dengan proses sosialisasi. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seperti paparan di atas apabila kita ringkas akan menjadi dua faktor yaitu faktor biologis ( keturunan ) dan faktor lingkungan. Para Ilmuwan telah banyak melakukan penelitian sehingga diketahui bahwa sekitar 50 % faktor-faktor biologis atau turunanlah yang mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang , sedangkan sisanya adalah faktor lingkungan ( Idianto M : Sosiologi hal 124 ) Warisan biologis menyediakan bahan mentah kepribadian yang secara kodrati memang ada sejak seorang individu dilahirkan. Oleh sebab itu supaya mempunyai kepribadian yang baik dan mantap kita bisa mengusahakannya dengan sosialisasi yang baik dengan lingkungan.

Peranan lingkungan sangat besar dalam mempengaruhi sekaligus mendewasakan kepribadian individu. Seseorang yang mempunyai perangai dan sifat yang buruk apabila berkumpul dengan orang-orang yang baik insyaallah akan bisa berubah baik. Sebaliknya apabila dari kacamata orang lain seseorang itu dikatakan baik, tetapi berkumpulnya dengan orang yang jahat pasti suatu saat akan ikut tergelincir kepada tindakan yang kurang baik, paling tidak seseorang yang berada dilingkungan yang kurang baik pasti akan kena getah dari tindakan yang kurang baik.
Oleh sebab itu dalam memilih teman ( lingkungan bergaul ), memilih lingkungan tempat tinggal, memilih jenis pekerjaan atau sesuatu yang membuat kita rutin melakukan setiap hari, harus kita pilih yang baik. Kita harus berani mengatakan ‘tidak’ untuk sesuatu yang kurang baik. Insyaallah kita akan ikut mencium bau harum mewangi apabila kita bersama orang yang memakai parfum, begitu juga kita akan merasakan bau yang tidak enak apabila kita tinggal bersama orang yang jorok dan di dekat comberan.

Adalah sesuatu yang bijaksana, apa yang dilakukan pemerintah saat ini ( Departemen Pendidikan Nasional ) yang mengikutkan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) dalam sistem pendidikan nasional, sebab pada hakekatnya pada usia-usia dini merupakan usia emas dalam membentuk kepribadian seorang individu. Pada Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak bisa belajar sosialisasi yang baik dengan teman sebaya, bisa diajari sistem nilai dan norma yang berlaku, dan juga agama yang menjadi tumpuannya. Sehingga kepribadian anak akan berkembang alamiah, dan pada akhirnya akan terbentuk pribadi-pribadi yang mantap yang menjadi kebanggaan orang tuanya, agamanya, bangsa dan negaranya… amin (pernah dimuat Majalah Media Pendidikan Dinas Propinsi Jatim )

About sugiono geger

History Teacher in SMA Negeri I Geger Madiun East Java

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s