Demak sebelumnya merupakan daerah yang dikenal dengan nama Bintaro atau Gelagahwangi yang merupakan daerah kadipaten di bawah kekuasaan Majapahit, kadipaten Demak tersebut dikuasai oleh Raden Patah salah seorang keturunan Raja Brawijaya V (Bhre Kertabumi) raja Majapahit. Dengan berkembangnya Islam di Demak,maka Demak dapat berkembang sebagai kota dagang dan pusat penyebaran Islam di pulau Jawa. Hal ini dijadikan kesempatan bagi Demak untuk melepaskan diri dengan melakukan penyerangan terhadap Majapahit.
Setelah majapahit hancur maka Demak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa dengan rajanya yaitu Raden Patah. Kerajaaan Demak secara geografis terletak di Jawa Tengah dengan pusat pemerintahaanya di Bintaro di muara sungai,yang
dikelilingi oleh daerah rawa yang luas di perairan Laut Muria(sekarang Laut Muria sudah merupakan daratan rendah yang dialiri sungai Lusi).Bintaro sebagai pusat kerajaan Demak terletak antara Bergola dan Jepara dimana Bergola adalah pelabuhan yang
pentingada masa berlangsungnya kerajaan Mataram(Wangsa Syailendra) sedangkan Jepara akhirnya berkembang sebagai pelabuhan yang penting bagi kerajaan Demak. Kerajaan Demak berdiri tahun 1478 pendirinya Raden Patah,hal ini berdasarkan
jatuhnya majapahit yang diperintah Prabu Kertabumi dan kemudian para wali sepakat menobatkan Raden Patah menjadi Sultan Demak Bintoro yang merupakan putra dari Prabu Kerta Bumi. Wilayahnya meliputi sepanjang pantai utara jawa dan daerah
pengaruhnya Palembang,Jambi,Banjar dan Maluku. Tahun 1518 Raden Patah digantikan putranya yaitu Pati Unus,sebelumnya pernah memimpin perang melawan Portugis di Malaka,tapi gagal tahun 1513. setelah naik tahta Pati Unus bergelar Pangeran Sabrang Lor,dia mencoba lagi menyerang Portugis dan memperkuat pertahanan lainnya agar portugis tidak bisa masuk ke P. Jawa. Pati Unus meninggal tahun 1521 dan digantikan adiknya Raden Trenggono. Tahun 1522 Portugis di Malaka mengirimkan HENRIQUE LAME ke raja Samiam di Sunda dan diterima dan di beri ijin untuk mendirikan kantor dagangannya di Sunda
Kelapa. Kemudian Sultan Trenggono mengutus Fatahillah(Faletehan) menguasai Jawa Barat agar Portugis tidak dapat kesana. Dengan semangat yang tinggi Fatahillah berhasil menguasai Banten tahun 1527,kemudian Sunda Kelapa diubah menjadi Jayakarta. Setelah itu Cirebon dapat dikuasai tahun 1528 dan akhirnya seluruh pantai utara dari Banten-Gresik dikuasai oleh Demak. Untuk mengingat jasanya Fatahillah dinikahkan dengan adik Sultan Trenggono dan diangkat menjadi raja di Cirebon.
Demak terus berkembang wilayahnya dengan menguasai Pajang dan Mataram,Madura. Joko tingkir diambil menantu dan diangkat menjadi Adipati Pajang. Wafatnya Sultan Trenggono dalam pertempuran di Pasuruan dan Portugis tahun 1546,timbullah kekacauan politik,negeri-negeri berusaha melepaskan diri dan timbul pertentangan para ahli waris yang berebut kekuasaan, yang seharusnya Pangeran Sekar Sedo ing Lepen naik tahta,namun dibunuh oleh Sunan Prawoto. Adipati Jipang yaitu Arya Penangsang(anak P.Sedo ing Lepen)tidak tinggal diam karena merasa lebih berhak atas tahta di Demak,Sunan Prawoto berhasil dibunuh. Kemudian Arya Penangsang naik tahta,tetapi tidak lama,karena dikalahkan oleh Jaka Tingkir dan pusat kerajaan dipindahkan dari Demak ke Pajang tahun 1568.
Kehidupan Politik
Lokasi kerajaan Demak yang strategis untuk erdagangan Nasional,karena menghubugkan perdgangan antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian timur,serta keadaan Majapahit yang sudah hancur maka Demak berkembang sebagai kerajaan besar di pulau Jawa. Dengan rajanya yang pertama yaitu Raden Patah,ia bergelar Sultan Alam Akbar al-Fatah(1500-1518)
penting dalam rangka penyebaran agama Islam khususnya di pulau Jawa,karena Demak berhasil menggantingkan peranan Malaka,setelah Malaka jatuh ketangan Portugis 1511. kehadiran Portugis di Malaka merupakan ancaman bagi Demakdi
pulau Jawa. Untuk mengatasi keadaan tersebut maka pada tahun 1513 Demak melakukan enyerangan terhadap Portugis di Malaka yang dipimpin oleh Adipati Unus atau terkenal denga sebutan Pangeran Sabrang Lor. Serangan Demak terhadap Portugis walaupun mengalami kegagalan namun Demak tetap berusaha membendung masuknya Portugis ke pulau Jawa. Pada masa pemerintahan Adipati Unus (1518-1521) Demak melakukan blokade pengiriman beras ke Malaka sehingga ortugis kekurangan makanan. PUncak kebesaran Demak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Trenggono(1521- 1546) karena pada masa pemerintahannya Demak memiliki daerah kekuasaan yang luas di Jawa Barat sampai Jawa Timur.

Daerah kekuasaan tersebut berhasil dikembangkan antara lain karena Sultan Trenggono melakukan penyerangan terhadap dareah-daerah kerajaan-kerajaan Hindu yang mengadakan hubungan dengan Portugis seperti Sunda Kelaa (Pajajaran) dan Blambangan. Penyerangan terhadap Sunda Kelapa yang dikuasai oleh Pajajaran disebabkan karena adanya perjanjian antara raja Pakuan penguasa Pajajaran dengan Portugis yang diperkuat dengan embuatan tugu peringatan yang disebut Padrao. Isinya adalah Portugis diperbolehkan mendirikan benteng di Sunda Kelapa dan Portugis juga akan mendapatkan rempah-rempah dari Pajajaran. Sebelum benteng tersebut dibangun oleh Portugis tahun 1526 Demak mengirimkan pasukannya menyerang Sunda Kelapa di bawah pimpinan Fatahillah. Dengan penyerangan tersebut maka tentara Portugis daat dipukul mundur ke Teluk Jakarta. Kemenangan gemilang Fatahillah merebut Sunda Kelapa tepat tanggal 22 Juni 1527 dieringati dengan pergantian Kemenangan Abadi. Sedangkan penyerangan terhadap Blambang(Hindu) dilakukan pada tahun 1546,di mana pasukan Demak di bawah pimpinan Sultan Trenggono yang dibantu oleh Fatahillah,tetapi sebelum Blambangan direbut Sultan Trenggono meninggal di Pasuruan. Denganmeninggalnya Sultan Trenggono,maka terjadilah perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar Sedolepen(saudara Trenggono) dengan Sunan Prawoto(putra Trenggono) dan Arya Penangsang(putra Sekar Sedolepen). Perang saudara tersebut diakhiri oleh Pangeran Hadiwijaya(Jaka Tinglir)yang dibantu oleh Ki Ageng Pemanahan,sehingga pada tahun 1568 Pangeran Hadiwijaya memindahkan pusat pemerintahan Demak ke Pajang. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Demak dan hal ini juga berarti bergesernya pusat pemerintahan dari pesisir ke pedalaman.
Kehidupan Ekonomi
Demak sebagai kerajaan maritim menjalankan fungsinya sebagai penghubung dan transito antara daerah penghasil rempah-rempah dengan malaka sebagai asaran Indonesia bagian barat. Perekonomian Demak berkembang dengan pesat dalm dunia maritim karena didukung oleh penghasilan dalam bidang agraris. Demak mengusahakan kerjasama ynag baik dengan daerah-daerah di pantai utara jawa yang menganut Islam,sehingga tercipta semacam federasi dengan Demak sebagai pemimpinnya. Sebagai kerajaan Islam yang memiliki wilayah edalaman,maka Demak juga memperhatikan masalah pertanian,sehingga beras merupakan salah satu hasil pertanian yang menjadi komoditi dagang. Kehidupan Sosial Kehidupan masyarakat telah diatur oleh aturan-aturan atau hukum yang berlaku dalam ajaran Islam,tetapi tidak begitu saja meninggalkan tradisi lama,sehingga munculah sistem kehiduan sosial masyarakat yang telah mendapat pengaruh Islam. Demak menjadi tempat berkumpulnya para wali seperti Sunan Kalijaga,Sunan Muria,sunan Kudus,dan Sunan Bonar. Para wali tersebut memiliki perana penting pada masa perkembangan kerajaan Demak bahkan para wali tersebut menjadi penasehat bagi raja Demak. Dengan demikian terjalin hubungan yang erat antara raja/bangsawan,parawali/ulama dengan rakyat. Hubungan yang erat tersebut,tercipta melalui pembinaan masyarakat yang diselenggarakan di Masjid maupun Pondok Pesantren. Sehingga tercita kebersamaan atau
Ukhuwah Islamiyah(persaudaraan antara orang-orang Islam).

 Kehidupan Budaya
Demak merupakan kerajaan Islam dan bercorak teokrasi yaitu negara yang
berdsarkan agama. Salah satu peninggalan kebudayaannya yang terkenal adalah Masjid
Demak yang salah satu tiang utamanya terbuat dari pecahan-pecahan kayu atau soko
tatal. Masjid ini dibangun atas pimpinan Sultan Kalijogo. Di pendopo Masjid Demak itulah Sunan Kalijogo meletakkan dasar-dasar perayaan Sekaten (Maulut Nabi Muhammad SAW) yang sekarang masih berlangsung di Yogyakarta dan Cirebon. Tujuannya untuk memperoleh banyak pengikut agama Islam. Tradisi ini sampai sekarang masih berlangsung di Yogyakarta dan Cirebon.Demak adalah kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478, Raden patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara, Demak. Pamor kesultanan ini didapatkan dari Walisanga, yang terdiri atas sembilan orang ulama besar, pendakwah islam paling awal di pulau jawa. Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, Raden patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Dengan proklamasi itu, Radeh Patah menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar Sultan Syah Alam Akbar.Pada awal abad ke 14, Kaisar Yan Lu dari Dinasti Ming di China mengirimkan seorang putri kepada raja Brawijaya V di Majapahit, sebagai tanda persahabatan kedua negara. Putri yang cantik jelita dan pintar ini segera mendapat tempat istimewa di hati raja. Raja brawijaya sangat tunduk kepada semua kemauan sang putri jelita, hingga membawa banyak pertentangan dalam istana majapahit. Pasalnya sang putri telah berakidah tauhid. Saat itu, Brawijaya sudah memiliki permaisuri yang
berasal dari Champa (sekarang bernama kamboja), masih kerabat Raja Champa. Sang permaisuri memiliki ketidak cocokan dengan putri pemberian Kaisar yan Lu. Akhirnya dengan berat hati raja menyingkirkan putri cantik ini dariistana . Dalam keadaan mengandung, sang putri dihibahkan kepada adipati Pelembang, Arya Damar. Nah di sanalah Raden Patah dilahirkan dari rahim sang putri cina. Nama kecil raden patah adalah pangeran Jimbun. Pada masa mudanya raden patah memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik. 20 tahun lamanya ia hidup diistana Adipati Palembang. Sesudah dewasa ia kembali ke majapahit. Raden Patah memiliki adik laki-laki seibu, tapi beda ayah. Saat memasuki usia belasan tahun, raden patah bersama adiknya berlayar ke Jawa untuk belajar di Ampel Denta. Mereka mendarat di pelabuhanTuban pada tahun 1419 M. Patah sempat tinggal beberapa lama di ampel Denta, bersama para saudagar muslim ketika itu. Di sana pula ia mendapat dukungan dari utusan Kaisar Cina, yaitu laksamana Cheng Ho yang juga dikenal sebagai Dampo Awang atau Sam Poo Tai-jin, seorang panglima muslim.Raden patah mendalami agama islam bersama pemuda-pemuda lainnya, seperti raden Paku (Sunan Giri), Makhdum ibrahim (Sunan Bonang), dan Raden Kosim (Sunan Drajat). Setelah dianggap lulus, raden patah dipercaya menjadi ulama dan membuat permukiman di Bintara. Ia diiringi oleh Sultan Palembang, Arya Dilah, 200 tentaranya. Raden patah memusatkan kegiatannya di Bintara, karena daerah tersebut direncanakan oleh Walisanga sebagai pusat
kerajaan Islam di Jawa. Di Bintara, Patah juga mendirikan pondok pesantren. Penyiaran agama dilaksanakan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Perlahan-lahan, daerah tersebut menjadi pusat keramaian dan perniagaan. Raden patah memerintah Demak hingga tahun 1518, dan Demak menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa sejak pemerintahannya.Secara beruturut-turut, hanya tiga sultan Demak yang namanya cukup terkenal, Yakni Raden Patah sebagai raja pertama, Adipati Muhammad Yunus atau Pati Unus sebagai raja kedua, dan Sultan Trenggana, saudara Pati Unus, sebagai raja ketiga (1524 – 1546).Dalam masa pemerintahan Raden Patah, Demak berhasil dalam berbagai bidang, diantaranya adalah perluasan dan pertahanan kerajaan, pengembangan islam dan pengamalannya, serta penerapan musyawarah dan kerja sama antara ulama dan umara (penguasa).Keberhasilan Raden Patah dalam perluasan dan pertahanan kerajaan dapat dilihat ketika ia melanklukkan Girindra Wardhana yang merebut tahkta Majapahit (1478), hingga dapat menggambil alih kekuasaan majapahit. Selain itu, Patah juga mengadakan perlawan terhada portugis, yang telah menduduki malaka dan ingin mengganggu demak. Ia mengutus pasukan di bawah pimpinan putranya, Pati Unus atau Adipati Yunus atau Pangeran Sabrang Lor (1511), meski akhirnya gagal. Perjuangan Raden Patah kemudian dilanjutkan oleh Pati Unus yang menggantikan ayahnya pada tahun 1518.Dalam bidang dakwah islam dan pengembangannya, Raden patah mencoba menerapkan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, ia juga
membangunistana dan mendirikan masjid (1479) yang sampai sekarang terkenal dengan masjid Agung Demak. Pendirian masjid itu dibantu sepenuhnya oleh walisanga.Di antara ketiga raja demak Bintara, Sultan Trenggana lah yang berhasil menghantarkan Kusultanan Demak ke masa jayanya. Pada masa trenggan, daerah kekuasaan demak bintara meliputi seluruh jawa serta sebagian besar pulau-pulau lainnya. Aksiaksi militer yang dilakukan oleh Trenggana berhasil memperkuat dan memperluas kekuasaan demak. Di tahun 1527, tentara demak menguasaituban , setahun kemudian menduduki Wonosari (purwodadi, jateng), dan tahun 1529 menguasai Gagelang (madiun sekarang). Daerah taklukan selanjutnya adalah medangkungan (Blora, 1530), Surabaya (1531), Lamongan (1542), wilayah Gunung Penanggungan (1545), serta blambangan, kerajaan hindu terakhir di ujung timur pulau jawa (1546). Di sebelah barat pulau jawa, kekuatan militer Demak juga merajalela. Pada tahun 1527, Demak merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran (kerajaan Hindu di Jawa Barat), serta menghalau tentara tentara portugis yang akan mendarat di sana. Kemudian, bekerja sama dengan saudagar islam di Banten, Demak bahkan berhasil meruntuhkan Pajajaran. Dengan jatuhnya Pajajaran, demak dapat mengendalikan Selat Sunda. Melangkah lebih jauh, lampung sebagai sumber lada di seberang selat tersebut juga dikuasai dan diislamkan. Perlu diketahui, panglima perang andalan Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana.Di timur laut, pengaruh demak juga sampai ke
Kesultanan banjar di kalimantan. Calon pengganti Raja Banjar pernah meminta agar sultan Demak mengirimkan tentara, guna menengahi masalah pergantian raja banjar. Calon pewaris mahkota yang didukung oleh rakyat jawa pun masuk islam, dan oleh seorang ulama dari Arab, sang pewaris tahta diberi nama Islam. Selama masa kesultanan Demak, setiap tahun raja Banjar mengirimkan upeti kepada Sultan Demak. Tradisi ini berhenti ketika kekuasaan beralih kepada Raja Pajang.Di masa jayanya, Sultan Trenggana berkunjung kepada Sunan Gunung Jati. Dari Sunan gunung jati, Trenggana memperoleh gelar Sultan
Ahmad Abdul Arifin. Gelar Islam seperti itu sebelumnya telah diberikan kepada raden patah, yaitu setelah ia berhasil mengalahkan Majapahit. Trenggana sangat gigih memerangi portugis. Seiring perlawanan Demak terhadap bangsa portugis yang dianggap kafir. Demak sebagai kerajaan islam terkuat pada masanya meneguhkan diri sebagai pusat penyebaran Islam pada abad ke 16.Sultan Trenggan meninggal pada tahn 1546, dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuran. Ia kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Setelah sultan trenggana mengantar Demak ke masa jaya, keturunan sultan tersebut silih berganti berkuasa hingga munculnya kesultanan pajang.Masjid agung Demak sebagai lambang kekuasaan bercorak Islam adalah sisi tak terpisahkan dari kesultanan Demak Bintara. Kegiatan walisanga yang berpusat di Masjid itu. Di sanalah tempat kesembilan wali bertukar pikiran tentang soal soal keagamaan.Masjid demak didirikan oleh Walisanga secara bersamasama. Babad demak menunjukkan bahwa masjid ini didirikan pada tahun Saka 1399 (1477) yang ditandai oleh candrasengkala Lawang Trus
Gunaning Janma, sedangkan pada gambar bulus yang berada di mihrab masjid ini terdapat lambang tahun Saka 1401 yang menunjukkan bahwa masjid ini berdiri pada tahun 1479. Pada awalnya, majid agung Demak menjadi pusat kegiatan kerajaan islam pertama di jawa. Bagunan ini juga dijadikan markas para wali untuk mengadakan Sekaten. Pada upacara sekaten, dibunyikanlah gamelan dan rebana di depan serambi masjid, sehingga masyarakat berduyun-duyun mengerumuni dan memenuhi depan gapura. Lalu para wali mengadakan semacam pengajian akbar, hingga rakyat pun secara sukarela dituntun mengucapkan dua kalimat syahadat.Cepatnya kota demak berkembang menjadi pusat perniagaan dan lalu lintas serta pusat kegiatan pengislaman tidak lepas dari andil masjid Agung Demak. Dari sinilah para wali dan raja dari Kesultanan Demak mengadakan perluasan kekuasaan yang dibarengi oleh kegiatan dakwah islam ke seluruh Jawa. Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara, M. Hariwijaya, S. S., M.S.i. Sekitar tahun 1500 seorang Bupati Majapahit bernama Raden Patah, yang berada di Demak dan memeluk agama Islam terangterangan memutuskan hubungan dengan Majapahit. Dengan bantuan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur yang sudah Islam seperti Tuban, ia mendirikan Kerajaan Islam dengan Demak sebagai pusatnya.Dalam
waktu singkat, lebih-lebih karena jatuhnya Malaka ketangan Portugis pada tahun 1511. Demak mencapai kejayaannya. Daerah-daerah pesisir di Jawa Tengah dan Jawa Timur mengakui kedaulatannya dan mengibarkan panji-panjinya. Terutama putranya, Pati Unus, yang menjabat adipati di Jepara, sangat giat membantu usaha ayahnya, yaitu memperluas dan memperkuat kedudukan kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam. Ketika Raden Patah wafat tahun 1518, Pati Unus menggantikannya menjadi Sultan, tetapi 3 tahun kemudian iapun meninggal. Ia terkenal juga dengan nama Pangeran Sebrang Lor.Penggantinya adalah Pangeran Trenggono yang memerintah sampai tahun 1546. Seorang ulama terkemuka dari Pase bernama Fatahillah, yang sempat melarikan diri dari kepungan Portugis diterima oleh Trenggono. Fatahillah ini, ia nikahkan dengan adiknya sendiri, dan ia ternyata adalah orang yang dapat melaksanakan menghalangi kemajuan orang Portugis dengan merebut kunci-kunci perdagangan kerajaan Pajajaran di Jawa Barat, yaitu Banten dan Cirebon.Pada tahun 1527 orang-orang Portugis berhasil dikalahkan oleh Sunda Kelapa/Jayakarta yang sudah mengakui kedaulatan Fatahillah di Banten. Sementara itu, Trenggono berhasil menaklukkan Mataram dan Singhasari. Dalam usahanya menaklukkan Pasuruan Pangeran Trenggono gugur.Dengan wafatnya Pangeran Trenggono timbullah perebutan kekuasaan antara adik Trenggono dan anak Trenggono. Adik Trenggono segera terbunuh di tepi sungai, maka itu terkenal dengan nama Pangeran Sekar Seda ing Lepen, tetapi anak Trenggono, Pangeran Prawoto beserta keluarganya kemudian dibinasakan oleh anak Sekar Seda ing Lepen tadi, yang bernama Arya Penangsang.Arya Penangsang ini sangat kejam sehingga tidak ada orang yang suka melihat ia diatas tahta kerajaan Demak. Kekacauan memuncak ketika Adipati Jepara yang sangat besar pengaruhnya dibunuh oleh Arya Penangsang. Istri Adipati tersebut yang terkenal sebagai Ratu Kalinyamat dan ia berhasil menggerakkan adipati adipati lainnya menentang Arya Penangsang. Seorang diantara adipati-adipati ini adalah Adiwijoyo, yang terkenal dengan Joko Tingkir. Ia adalah menantu Sultan Trenggono dan berkuasa di Pajang. Di dalam pertempuran-pertempuran yang timbul itu, Joko Tingkir berhasil membinasakan Arya Penangsang dan Keraton Demak ia pindahkan ke Pajang (1568). Dengan tindakan ini maka habislah riwayat Kerajaan Demak. (Sumber: Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 3).

About these ads

Tentang Sugiono Geger

History Teacher in SMA Negeri I Geger Madiun East Java

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s